STANDARD OPERATING PROCEDURE 1 (SOP 1)

STANDARD OPERATING PROCEDURE PERUSAHAAN TRADING



Keterangan angka-angka dalam bagan




Assalamualaikum teman-teman semua....

Kali ini saya ingin berbagi tentang standard operating procedure atau biasa disingkat dengan SOP dari Perusahaan Trading dalam melakukan eksport dengan kondisi penyerahan barang menggunakan incoterms Free On Board (FOB). Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman kerja saya selama 7 Tahun di salah satu perusahaan swasta di Indonesia.

Mungkin sebagian teman-teman yang baru mulai memasuki dunia kerja bertanya-tanya apasih standard operating procedure itu? Lalu apa saja yang ada didalamnya?  Baiklah, disini saya akan mencoba menjawab dan menjelaskan dengan kalimat yang mudah dipahami untuk teman-teman pemula.

Standard Operating Procedure adalah suatu alur kerja atau sistematis yang dibuat oleh perusahaan sebagai panduan dalam melakukan pekerjaan.  SOP ini dibuat oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan tersebut.

Bagan SOP diatas adalah bagan yang saya buat sendiri berdasarkan kebutuhan dari perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya.


Saya akan menjelaskan bagan tersebut secara bertahap dalam beberapa blog, dan di blog ini saya akan membahas tentang langkah pertama dan Kedua karena topiknya sama yaitu Purchase Order. Perbedaannya langkah pertama PT yang menerima Purchase Order dari Customer sementara langkah kedua PT yang menerbitkan Purchase Order ke Prinsipal


1. PURCHASE ORDER (ORDER PEMBELIAN)

Sebelum membahas tentang Purchase Order saya akan menjelaskan bahwa didalam bagan diatas terdapat 3 pelaku bisnis yaitu :

1. PT adalah Perusahaan Trading tempat saya bekerja
     Yang Selanjutnya dalam tulisan Perusahaan Trading akan saya singkat dengan PT

2. Customer adalah Pembeli Produk dari Perusahaan Trading

3. Prinsipal adalah tempat Perusahaan Trading membeli barang yang akan dijual ke Customer atau   prinsipal dapat juga disebut dengan Produsen

Dalam Transaksi jual beli hal pertama yang dilakukan setelah deal harga antara PT dan Customer adalah Customer akan menerbitkan Purchase Order (PO) atau dalam transaksi lokal disebut juga sebagai Order Pembelian (OP) kepada PT

Purchase Order itu sendiri adalah sebuah dokumen permintaan untuk memasok barang dari pembeli kepada penjual secara resmi

Mungkin akan timbul pertanyaan dari teman-teman seperti apasih Purchase Order tersebut dan apa saja informasi yang harus dicantum dalam Purchase Order tersebut?

Hal-hal yang harus dicantumkan dalam sebuah Purchase Order adalah :

1. Nama dan Alamat Perusahaan Penjual
2. Alamat Pengiriman Barang
3. Tanggal Purchase Order
4. Nomor Purchase Order
5. Nama dan Spesifikasi Barang
6. Harga Barang
7. Quantity
8. Packing
9. Waktu Penyerahan Barang
10. Tempat Pengiriman Barang
11. Syarat Pembayaran

Untuk lebih Jelasnya dibawah saya berikan salah satu contoh Form Purchase Order
Jadi setelah PT menerima Purchase Order dari Customer, maka PT akan menerbitkan Purchase Order ke Prinsipal. Selanjutnya Prinsipal akan memproses Purchase Order tersebut dengan menerbitkan Sales Contract dan Proforma Invoice .

Nah langkah ketiga ini Sales Contract dan Proforma Invoice akan saya bahas di blog selanjutnya.

Sekian dulu ya teman-teman tunggu langkah ketiga di tulisan selanjutnya

Terima kasih sudah membacanya😊😊