Tulisan kali ini saya ingin berbagi mengenai produk turunan kelapa sawit yang sering disebut dengan OLEOCHEMICALS, saya akan membahas bagaimana proses dari awal kelapa sawit menjadi produk turunan (oleochemicals.)
Dibawah ini adalah Bagan Proses Kelapa Sawit menjadi Oleochemicals.
Bagan ini saya buat berdasarkan dari pemahaman saya bekerja di sebuah perusahaan trading, dimana saya diberi product knowledge dari barang yang akan dijual oleh perusahaan tersebut dan juga dari membaca beberapa tulisan, karena saya bekerja di perusahaan trading maka pembahasannya hanya secara umum saja, tidak menggunakan istilah-istilah pabrikan, tapi hanya merupakan rangkuman dari proses untuk memudahkan dalam memahami bagi teman-teman pemula yang baru terjun di dunia kerja di produk oleochemicals tapi tidak mempunyai basic tentang produk tersebut, sebagaimana saya sebelumnya sangat bingung apa itu oleochemicals? dan istilah itu baru pertama kali saya dengar di saat pembeli sudah ada sementara saya harus menghandle langsung karena di perusahaan tempat saya bekerja itu merupakan perusahaan yang baru beberapa tahun berdiri dan karyawan yang belum begitu banyak satu divisi dipegang satu orang dan marketing saya yang pegang, jadi mau tidak mau saya harus bisa menjelaskan produk tersebut kepada pembeli.
Seiring waktu berjalan saya mulai memahami dan saat ini mencoba berbagi dengan teman-teman semua, mudah-mudahan apa yang saya tulis ini akan dapat membantu teman-teman dalam memahami produk yang sama dalam waktu cepat
Untuk menjadikan buah sawit ini menjadi produk turunan ada beberapa proses yang dilakukan yaitu :
1. Proses di Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
Produk utama yang di hasilkan adalah CPO dan PKO,
Produk Samping yang dihasilkan adalah Tandan, Sludge, Serabut, Cangkang, Bungkil.
2. Refinery Plant
Produk utama dari turunan CPO adalah RBDPO, RBDPS, DPOFA, Oleic Acid
Produk Samping dari turunan CPO adalah PFAD, Light End Fatty Acid, Residue Fatty Acid
Produk utama dari turunan PKO adalah DPKFA, Stearic Acid, Fatty Alcohol
Produk Samping dari turunan PKO adalah Light End Fatty Alcohol dan Residue Fatty Alcohol
Dari Bagan diatas dapat dilihat produk utama yang dihasilkan dari masing-masing proses, yang saya tandai dengan coklat muda itu merupakan produk utama, warna hijau merupakan produk samping
Penjelasan dibawah ini sesuai dengan bagan diatas adalah tahapan-tahapan yang dilakukan di pabrik kelapa sawit dan refinery mulai dari awal kelapa sawit dipanen yang hasil panennya disebut dengan Tandan Buah Segar sampai menjadi Produk Turunan yang disebut dengan Oleochemicals.
1. Pabrik Kelapa Sawit
Tahapan yang dilalui di pabrik kelapa sawit sebagai berikut :
A. Tandan Buah Segar (TBS)
Tandan Buah Segar atau disingkat dengan TBS adalah buah kelapa sawit yang baru selesai di panen dimana pemanenan buah sawit ini dilakukan dengan tandan-tandannya sehingga hasil panennya disebut Tandan Buah Segar (TBS).
Setelah proses pemanenan ini selesai maka TBS dibawa ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ditempat inilah proses awal dari pengolahan buah sawit.
B. Loading Ram
Loading Ram adalah tempat penampungan buah sawit di PKS. Buah sawit yang sudah sampai di PKS akan langsung di timbang kemudian dilakukan pensortiran buah berdasarkan tingkat kematangannya. Bagaimana tingkat kematangan yang baik dari buah tersebut teman-teman dapat mencari di literatur lain dan tujuan pensortiran kematangan ini adalah untuk menjaga kualitas CPO yang akan dihasilkan.
Setelah pesortiran buah selesai maka buah-buah tersebut dimasukkan ke loading ram sebagai tempat penampungan yang selanjutnya akan diangkut dengan lori menuju tempat sterilisasi atau perebusan buah.
C. Sterilisasi
Sterilisasi atau perebusan ini bertujuan agar buah-buah tersebut dapat dengan mudah dipisahkan dari tandannya, mengurangi peningkatan Free Fatty Acid (FFA) dan beberapa fungsi lainnya.
Ada beberapa cara dalam perebusan ini tapi saya tidak akan membahasnya, teman-teman dapat mencari di literatur lain untuk mendalaminya, seperti yang saya sampaikan diatas bahwa disini saya hanya akan membahas secara umum saja sebagai pengetahuan dasar dari proses. Setelah sterilisasi atau perebusan selesai maka akan dilakukan bantingan
D. Bantingan
Bantingan adalah proses pelepasan buah sawit dari tandannya dimana tandan sebagai produk samping dapat dikembalikan ke perkebunan sawit untuk dijadikan kompos sebagai pupuk dan buah akan dibawa ke proses selanjutnya yaitu pencacahan.
E. Pencacahan
Pencacahan bertujuan untuk memisahkan daging buah dari biji.
F. Press
Setelah pencacahan selesai maka selanjutnya akan dilakukan proses pengepresan. Press ini bertujuan untuk memisahkan minyak kasar (Crude Oil) dari daging buah dan biji.
Karena perbedaan perlakuan antara crude oil dengan daging dan biji, maka hasil dari pengepresan ini akan diolah terpisah yaitu crude oil menuju stasiun klarifikasi yang produk akhir disebut Crude Palm Oil (CPO), sementara ampas dan biji akan dibawa ke stasiun kernel yang produk akhirnya disebut Palm Kernel Oil (PKO)
Diawal ini saya akan membahas proses crude oil menjadi CPO dan setelahnya baru akan membahas proses biji menjadi PKO
Bisa dilihat di bagan untuk proses CPO adalah alur kiri dimulai dari penyaringan sementara ampas dan biji untuk menjadi kernel akan melalui proses alur kekanan dimulai dari pemisahan ampas.
Proses Crude Oil menjadi Crude Palm Oil
Didalam Stasiun Klarifikasi ada beberapa proses yang dilakukan untuk menjadikan Crude Oil atau minyak kasar yang masih kotor menjadi CPO yang siap untuk dipasarkan. Tahapan itu sebagai mana penjelasan dibawah :
1. Penyaringan
Penyaringan dilakukan untuk memisahkan minyak yang masih tercampur dengan bahan-bahan padat lainnya seperti pasir, serabut dan bahan bahan yang masih mengandung minyak dapat dikembalikan pada proses Press.
Minyak yang telah disaring akan di tempat kan di crude oil tank untuk melanjutkan proses selanjutnya yaitu pengendapan
2. Pengendapan
Proses pengendapan ini bertujuan memisahkan antara air dengan minyak dengan menggunakan metoda perbedaan berat jenis. didalam pengendapan ini akan dihasilkan minyak dan produk samping sludge. Minyak kasar yang sudah terpisah dengan sludge akan dilakukan pemanasan untuk mengurangi kadar airnya. untuk proses pemanasan, penggunaan suhu dan alat-alatnya, teman-teman dapat mencari di literatur lain.
3. Pemurnian
Prinsip pemurnian ini adalah untuk memisahkan kotoran dan air berdasarkan viscositas. Kotoran dan air yang mempunyai densitas besar akan berada diluar dari perputaran tersebut sedangkan densitas kecil akan menuju poros dan dialirkan ke vacum dryer
4. Pengeringan
Setelah sampai di vacum dryer minyak yang mengandung air akan dilakukan pemisahan dengan teknik di semprot dengan menggunakan nozzle sehingga minyak dan air akan terpisah. Minyak yang mempunyai tekanan rendah akan turun dan ditampung.
5. CPO
Hasil penampungannya inilah yang disebut Crude Palm Oil (CPO), maka dengan selesainya proses pengeringan maka proses buah sawit menjadi CPO selesai.
Selanjutnya saya akan membahas sawit menjadi Palm Kernel Oil (PKO)
Proses Ampas Dan Biji menjadi Palm Kernel Oil (PKO)
Setelah proses Press selesai maka ampas dan biji akan dibawa ke stasiun kernel. ada beberapa proses yang dilakukan di stasiun kernel untuk menjadikan biji sawit menjadi PKO yang siap untuk dipasarkan. Tahapan dari proses itu sebagai berikut :
1. Pemisahan Ampas
Proses yang terjadi disini adalah dengan memanaskan ampas dan biji dengan uap air agar kandungan airnya mengecil sehingga press cake terurai dan mudah untuk melakukan pemisahan. Ampas dan biji yang sudah dipanaskan selanjutnya di pisahkan dengan cara perbedaan gaya berat dan daya isap blower.
Dalam proses ini serabut menjadi produk samping yang dapat dijadikan bahan bakar sementara biji akan diproses lebih lanjut.
2. Pengeringan
Kemudian biji-biji sawit yang sudah terpisah dari serabut yang sudah kering akan dilakukan pemisahan berdasarkan ukuran untuk memudahkan melakukan proses pemecahan.
3. Pemecahan
Setelah selesai pemisahan ukuran maka dilakukan pemecahan biji- biji tersebut dengan alat yang dinamakan Nut Cracker.
4. Pemisahan
Disini dilakukan pemisahan antara cangkang dan kernel. Cangkang merupakan produk samping yang dijadikan untuk bahan bakar sementara Kernel merupakan produk utama yang akan dilanjutkan prosesnya menjadi PKO
5. Kernel
Kernel adalah inti buah sawit. Yang untuk selanjutnya akan dilakukan Pengepressan untuk mendapatkan kernel oil
6. Press I, Filter, Press II
Press I adalah Press kernel yang dilakukan diawal kemudian di filter dan wet cake kemudian di press kedua sehingga wet cake menjadi dry cake yang disebut dengan bungkil merupakan produk samping yang dapat dijadikan pakan ternak dan pupuk, kemudian hasil pengepressan ini di filter inilah yang disebut Palm Kernel Oil (PKO).
Sampai disini selesai proses yang dilakukan di pabrik kelapa sawit, Produknya CPO dan PKO bisa dipasarkan langsung atau dapat di proses lebih lanjut untuk produk turunan.
Karena pembahasan disini adalah produk turunan maka saya akan lanjutkan dengan proses selanjutnya di refinery plant.
2. Refinery Plant
Teman-teman dapat perhatikan bagan yang paling kiri, saya akan memulai dengan CPO menjadi turunannya :
a. Proses CPO menjadi RBDPO, dan RBDPS,
b. Proses RBDPO menjadi Super Olein
c. Poses RBDPS diturunkan menjadi DRBDPSFA, RGSA, DPSA dan TPSA
d. Proses CPO menjadi DPOFA dan Oleic Acid
a. Proses CPO menjadi RBDPO dan RBDPS
1. Degumming
Proses degumming adalah proses menghilangkan getah (gum), warna logam dengan penambahan Asam Phosfat (H3PO4) 80-85%. Untuk menghomogen campuran CPO dan H3PO4 maka CPO harus dipanaskan terlebih dahulu. Hasil dari degumming disebut dengan Degumming Palm Oil (DPO)
2. Bleaching
Bleaching adalah proses pemucatan warna dengan menambahkan Bleaching Eart (Carbon Aktif). Hasil pemucatan ini disebut, Degumming Bleached Palm Oil (DBPO)
3. Deodorize
Proses bleaching meninggalkan bau apik sehingga dilakukakanlah deodorize. Deodorize adalah proses penghilangan bau dan menghilangkan rasa tidak enak pada minyak dengan cara memanaskan (destilasi), zat yang bau akan divacum. Hasil vacum ini dinamakan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) sebagai produk samping, sementara hasil utamanya dinamakan Refined Bleach Degumming Palm Oil (RBDPO)
4. Fraksinasi
Untuk memisahkan bahan yang olein dengan yang stearin pada RBDPO ini dilakukan fraksinasi dengan metoda basah (Cristalizer) yaitu dengan cara menurunkan suhu menjadi 17 deg C - 20 deg C. Pada temperatur ini bahan yang masih cair dinamakan olein dan yang beku dinamakan stearin. dengan perbandingan 80% olein dan 20% stearin. RBDPO 80% inilah yang disebut minyak goreng, yang dijual di pasaran. Kedua fraksi merupakan product utama turunan pertama dari CPO.
b. Proses RBDPO menjadi Super Olein
1. Fraksinasi
Untuk mendapat minyak super yang dikenal dengan super olein yang lebih cair dan mampu menahan suhu dingin, maka dilakukan fraksinasi sekali lagi.
2. Super Olein
Merupakan minyak goreng super hasil dari fraksinasi yang kedua dari RBDPO
c. Poses RBDPS diturunkan menjadi DRBDPSFA, RGSA, DPSA dan TPSA
Hasil dari fraksinasi RBDPO yang cair atau RBDPS sudah bisa dijual langsung atau dilanjutkan dengan proses selanjutnya sebagaimana dapat dilihat pada bagan diatas yang akan saya jelaskan satu per satu sebagaimana berikut ini :
1. Degumming
Proses degumming sebagai mana pembahasan saya diatas, teman-teman dapat lihat ke pembahasan diatas
2. Hydrolisa
Proses hydrolisa adalah proses untuk memisahkan crude fatty acid dengan sweet water, yaitu dengan reaksi trigliserida + air pada temperatur 250 deg C dan tekanan 60 bar, dimana crude fatty acid merupakan produk utama sementara sweet water merupakan produk samping dan merupakan bahan baku untuk product glycerine, yang akan saya bahas di pembahasan selanjutnya seperti yang tergambar didalam bagan.
3. Crude Fatty Acid
Crude Fatty acid adalah produk utama yang dihasilkan setelah dilakukan hydrolisa terhadap RBDPS, Proses crude fatty acid menjadi produk bahan baku sebagai produk aplikasi sehari-hari dapat dilakukan dengan 2 cara seperti yang terlihat pada bagan, yaitu :
- Hydrogenasi - Destilasi - Distilated Fatty Acid
Yaitu dengan penambahan hydrogen sehingga lemak tak jenuh menjadi jenuh dan
dilanjutkan dengan destilasi yaitu pemurnian / pemisahan fatty acid berdasarkan
perbedaan titik didih dan vacum.
Produk akhir adalah Distilated fatty acid yang terbagi menjadi Rubber Grade Stearic
Acid (RGSA), Double Grade Stearic Acid (DPSA) dan Triple Press Stearic Acid (TPSA)
Produk samping Light End Fatty Acid dan Residue Fatty Acid
- Destilasi - Destilasi - DRBDPSFA
Yaitu dengan melakukan destilasi (pemurnian 2 kali dan menghasilkan produk akhir
Destilated Refined Bleach Degumming Palm Stearin Fatty Acid (DRBDPSFA)
d. Proses CPO menjadi Oleic Acid dan DPOFA
Seperti teman-teman lihat pada Bagan bahwa CPO dapat menghasilkan Oleic Acid dan Degumming Palm Oil Fatty Acid (DPOFA) dengan proses sebagai berikut :
1. Degumming
Teman-teman dapat lihat keatas lagi dari artikel ini apa dan bagaimana degumming
2 Hydrolisa
Sebagaimana penjelasan diatas bahwa hydrolisa ini akan menghasilkan Crude Fatty Acid dan Sweet Water.
Ada 2 cara yang dapat dilakukan pada crude fatty acid untuk mendapat turunannya yaitu :
- Dry Fractination - Destilasi - Oleic Acid
Yaitu pemisahan berdasarkan berat molekul kemudian dilakukan destilasi (pemurnian) berdasarkan
titik didih dan menghasilkan Oleic Acid
- Destilasi - Destilasi - DPOFA
Dilakukan 2 kali destilasi (pemurnian) dari crude fatty acid menghasilkan Degumming Palm Oil
Fatty Acid (DPOFA)
Oh iya sebenarnya ada satu lagi produk yang dihasilkan oleh CPO ini yaitu Crude Palm Stearin (CPS) yaitu CPO yang langsung di kristalkan
Itulah Produk-produk turunan yang dapat di hasilkan dari Crude Palm Oil (CPO), selanjutnya saya akan membahas apa saja produk turunan yang dihasilkan oleh Palm Kernel Oil (PKO)
Teman-teman dapat perhatikan bagan yang paling kanan, dimana terdapat proses PKO menjadi turunannya :
a. Proses PKO menjadi DPKFA
b. Proses PKO menjadi Fatty Alcohol
a. Proses PKO menjadi Degaumming Palm Kernel Fatty Acid (DPKFA)
1. Degumming
Sebagaimana yang terlihat di bagan proses awal dimulai dengan degumming sama dengan proses awal CPO, yaitu itu menghilangkan gum (getah) dan bahan-bahan asing yang masih tercampur dengan PKO
2. Hydrolisa
Sebagaimana penjelasan CPO diatas bahwa hydrolisa ini akan menghasilkan Crude Fatty Acid dan Sweet Water. Pada PKO akan menghasilkan yang sama
3. Crude Fatty Acid
Sebagaimana CPO produk hasil hydrolisanya adalah Crude Fatty Acid begitu juga PKO. Produk inilah yang diturunkan menjadi DPKFA & Fatty Alcohol sebagai produk akhir.
Ada 2 cara yang dilakukan
- Untuk menghasilkan DPKFA
Destilasi - Destilasi - DPKFA
Dengan melakukan 2 kali destilasi (pemurnian) pada Crude Fatty Acid akan menghasilkan
Degumming Palm Kernel Fatty Acid (DPKFA)
- Untuk menghasilkan Fatty Alcohol
Fraksinasi I - Fraksinasi II -Wax Ester - Wax Ester Hydrogenasi - Fraksinasi/ Destilasi - Karbonil- Fatty Alkohol
Fraksinasi ini adalah pemisahan asam lemak, Fraksinasi I akan mengeluarkan C6,C10 pada Fraksinasi II akan mengeluarkan C16-C18 (Stearic Acid) merupakan produk utama. dan pada bagian atas C12C14 yang akan dilanjutkan dengan proses wax ester sampai dengan Carbonil yang akan menghasilkan fatty alcohol, untuk lengkapnya proses ini teman-teman dapat mencari literatur lainnya, karena reaksi-reaksinya banyak menggunakan rumus kimia yang saya sendiri tidak begitu paham detilnya.
Pada proses fraksinasi/destilasi akan didapat produk samping light end fatty alcohol dan residue fatty alcohol
Itulah skema yang saya pahami dari pengalaman kerja sebagai marketing proses dari TBS menjadi produk turunan.
Untuk proses sweet water menjadi Glycerine saya akan bahas pada blog selanjutnya.
Mudah-mudahan ini bermanfaat dan dapat dijadikan gambaran bagi teman-teman pemula.
Oh iya kalau mau melihat Standard Operating Procedure Perusahaan Trading transaksi export dengan menggunakan incoterms FOB dapat klik DISINI dan Dokumen Invoice untuk transaksi lokal dapat klik DISINI
Demikianlah pembahasan ini, terima kasih sudah membacanya.....😊😊

